Promo Rumah Idaman Anda.. Raih Kesempatan Anda Sekarang .. Klik disini !

News

Check out market updates

Syarat – Syarat Pemungutan Pajak Dalam Kaca Mata Syariah

Syarat – Syarat Pemungutan Pajak Dalam Kaca Mata Syariah

Syarat – Syarat Pemungutan Pajak Dalam Kaca Mata Syariah

Dalam istilah kontemporer pajak merupakan sebuah pungutan wajib yang dibebankan atas rakyat kepada negara dengan pungutan tersebut rakyat tidak memperoleh imbalan apapun. Pajak sendiri banyak macamnya di negara Indonesia mulai dari pajak bangunan, pajak pertambahan nilai, pajak penjualan dan masih banyak lagi yang lainnya.

Pada masing – masing pajak yang dibayarkan oleh rakyat kepada negara tentu saja memiliki beberapa syarat yang harus dipenuhi. Lalu kalau kita kaitkan dengan konteks syariah, apa saja syarat – syarat pemungutan pajak dalam kaca mata syariah? Kami akan berikan uraian informasi lengkapnya untuk Anda disini!

Syarat – Syarat Pemungutan Pajak Dalam Kaca Mata Syariah

Syarat – Syarat Pemungutan Pajak Dalam Kaca Mata Syariah

Ada beberapa syarat didalam pemungutan pajak dalam konteks syariah, beberapa syarat – syarat didalam pemungutan pajak tersebut diantaranya :

Syarat pertama

Pajak yang dipungut oleh negara ini harus berdasarkan keperluan – keperluan negara bukan keperluan pribadi pejabat atau lainnya. Negara juga perlu sangat membutuhkan dana untuk keperluan operasional negara dan keperluan maslahat umum seperti untuk membeli alat – alat perang guna menjaga perbatasan yang sedang dirongrong oleh musuh atau untuk keperluan yang lainnya semisal.

Syarat kedua

Ketika negara memungut pajak yang dibebankan atas masyarakat sebagai iuran wajib rakyat, negara harus dipastikan tidak menerima sumber lain selain pajak yang dipungut tersebut. Baik sumber dari zakat, jizyah al usyur atau yang lainnya.

Syarat ketiga

Pajak yang dipungut oleh negara tidak boleh serta merta suruhan presiden, KPK atau pejabat dan alat negara lainnya. Pajak yang dipungut harus berdasarkan persetujuan dari alim ulama, dari para cendekia dan tokoh masyarakat.

Syarat keempat

Ketika negara memang berniat untuk memungut pajak, negara perlu memastikan bahwa pungutan tersebut dilakukan secara adil. Jadi tidak boleh dipungut dari orang kaya saja atau dipungut dari orang miskin saja. Distribusi dari pajak tersebut juga tidak boleh senjang dan juga perlu disamaratakan. Dalam distribusi pajak tidak boleh terfokus atas tempat – tempat tertentu atau untuk kepentingan pejabat negara saja. Apalagi kalau distribusinya tercemar KKN ini sangat tidak dianjurkan.

Baca JugaPertimbangkan Aspek Ini Sebelum Beli Properti

Syarat kelima

Pajak yang dipungut tidak boleh dipungut secara terus menerus yang malah meresahkan warga jadi pemungutannya harus pada waktu – waktu tertentu saja dan ketika negara sedang dalam kondisi genting atau terdapat kebutuhan yang sangat mendesak saja.

Syarat keenam

Ketika negara memungut pajak atas warga negaranya, besarnya pajak tidak boleh senjang dan perlu disesuaikan dengan tahun pemungutan, nilai kurs pemungutan dan tidak boleh berlebihan karena tidak sesuai norma. Dan tentunya begitu juga dengan pajak bumi dan bangunan yang diterapkan dalam dunia properti.

Demikian sedikit informasi yang kali ini bisa kami berikan. Semoga informasi diatas mengenai Syarat – Syarat Pemungutan Pajak Dalam Kaca Mata Syariah bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *