Promo Rumah Idaman Anda.. Raih Kesempatan Anda Sekarang .. Klik disini !

News

Check out market updates

PERBEDAAN KPR SYARIAH DAN KPR BANK SYARIAH

KPR SYARIAH

  1. Hanya terjadi jual beli antara developer dengan pembeli (user)
  2. Tidak menggunakan barang yang sedang di transaksikan sebagi jaminan.
  3. Memberikan opsi – opsi (tidak denda) yang lebih baik, jika terjadi keterlambatan pembayaran.
  4. Tidak terdapat asuransi yang diisyaratkan. Asuransi sepenuhnya atas kerelaan developer dalam menyikapi musibah atau bencana yang melanda rumah miliki pembeli.

 

KPR BANK SYARIAH

  • Terdapat 2 akad jual beli dalam 1 kali transaki, yakni jual beli antara bank dengan developer dan antara bank dengan nasabah. (“Rasulullah SAW telah melarang dua jual beli dalam satu jual beli” HR. An Nasa’i, Tirmidzi, al Baihqi).
  • Menggunakan barang yang sedang ditransaksikan sebagai jaminan (Imam Syafi’i berkata: jika dua orang berjual beli dengan syarat menjadikan barang yang dibeli sebagi jaminan atas harganya, jual belinya tidak sah).
  • Terdapat denda bila nasabah mengalami keterlambatan dalam membayar . ini adalah sebab terjadinya penambahan harga atas harga awal yang diakadkan, perbedaan harga awal dan akhir inilah yang disebut RIBA nasi’ah.
  • menyaratkan akad asuransi yang sifatnya bisnis. Padahal asuransi dalam Islam adalah akad tolong menolong, tidak menjadikan syarat.

PERBEDAAN KPR SYARIAH, KPR BANK SYARIAH DAN KONVENSIONAL

  1. PIHAK YANG TRANSAKSI

KPR SYARIAH = Dua pihak yaitu antara pembeli dan developer

BANK SYARIAH = Tiga pihak yaitu antara pembeli, developer dan Bank

BANK KONVENSIONAL = Tiga pihak yaitu antara pembeli, developer dan Bank

        Maka harus kita cermati apakah KPR Bank baik syariah atau konvensioanl terjadi transaksi jual beli atau hanya pendanaan dari bank. jika memang jual beli maka halal dan jika hanya pendanaan bank maka haram.

 

     2.  BARANG JAMINAN

KPR SYARIAH = Rumah yang di perjual belikan/kreditkan tidak dijadikan jaminan.

BANK SYARIAH = Rumah yang di perjual belikan/kreditkan di jadikan jaminan.

BANK KONVENSIONAL = Rumah yang di perjual belikan/kreditkan di jadikan jaminan.

        Ada ikhtilaf ulama mengenai apakah barang yang diperjual belikan boleh dijadikan jaminan atau dilarang. Dalam hal ini, KPR SYARIAH mengambil pendapat bahwa rumah yang sedang di perjual belikan/kreditkan di larang di jadikan jaminan.

 

    3.  SISTEM SITA

KPR SYARIAH = Tidak ada sita

BANK SYARIAH = Tidak ada sita

BANK KONVENSIOANAL = Ada sita

    Dalam KPR Syariah tidak boleh melakukan sita jika tidak sanggup mencicil lagi. karena rumah tersebut sudah sepenuhunya milik pembeli walupun masih kredit. Solusinya adalah pembeli ditawarkan menjual rumahnya baik lewat pemebli atau dengan bantuan developer. Jika misal sisa hutang 200 juta kemudian rumah terjual dengan harga 500 juta. Maka pemebli membayar sisa hutang 200 juta tersebut sisa penjualan 300 juta tersebut milik pemebeli.

 

    4.  SISTEM FENALTY

KPR SYARIAH = Tidak ada penalty

BANK SYARIAH = Tidak ada penalty

BANK KONVENSIONAL = Ada penalty

   Jika pembeli melakukan pelunasan lebih cepat misal dari perjanjian 5 tahun kemudian di tahun ke 4 sudah lunas maka tidak ada penalty dalam KPR Syariah karena itu adalah riba. Bahkan ada sistem diskon yang nilainya dikeluarkan saat pelunasan terjadi.

 

   5.  Sistem Asuransi

KPR SYARIAH = Tidak ada asuransi

BANK SYARIAH = Ada asuransi

BANK KONVENSIONAL = Ada asuransi

  Dalam KPR Syariah tidak memakai asuransi apapun karena asuransi adalah haram yang didalamnya ada riba .

 

  6.  SISTEM BI CHECKING

KPR SYARIAH = Tidak ada BI Checking

BANK SYARIAH = Ada BI Checking

BANK KONVENSIONAL = Ada BI Checking

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *