Promo Rumah Idaman Anda.. Raih Kesempatan Anda Sekarang .. Klik disini !

News

Check out market updates

Memahami Riba Dalam Konteks Jual Beli Properti Syariah Berdasarkan Hadist

Memahami Riba Berdasarkan Hadist

Memahami Riba Berdasarkan Hadist

Riba, riba, dan riba. Dalam kurun beberapa waktu terakhir ini memang banyak yang berbicara tentang riba. Lalu riba itu yang seperti apa sih? Bahkan didalam hadist dikatakan bahwa “Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”. Ya, haram adalah kuncinya.

Ada sebuah hadist yang turut menyebutkan bahwa “ emas ditukar dengan emas, perak harus ditukar dengan perak, gandum harus ditukar dengan gandum, jewawut ditukar dengan jewawut, kurma perlu ditukar dengan kurma, garam dengan garam, yang semisal harus ditukar dengan yang semisal maka beratnya atau takarannya akan sama dan dari tangan ke tangan. Dan jika memang jenisnya berbeda, jual sesuka Anda asalkan dari tangan ke tangan (HR. Muslim no 1210 ; At-Tirmidzi III/532, Abu Dawud III/248).

Lalu apa yang dimaksud dari hadist diatas tentang riba? Sebenarnya dari hadist diatas ada beberapa poin yang nantinya dapat kita ambil dan dapat kita gali. Beberapa poin tersebut akan kami uraikan secara detail di bawah ini!

Memahami Riba Berdasarkan Hadist

Memahami Riba Berdasarkan Hadist

Riba sendiri memang sekarang ini sering terjadi bahkan didalam kasus jual beli properti. Dijual tanah dengan harga 36 juta untuk tipe tanah 36 jika kontan dan 40 juta jika kredit. Ini sudah menimbulkan sebuah permasalahan tentunya. Dari hadist yang kita sebutkan di muka, ada beberapa poin yang dapat kita ambil diantaranya :

Poin pertama

Didalam hadist diatas, secara khusus disebutkan bahwa terdapat enam komoditi saja diantaranya emas, gandum, perak, kurma, garam dan jewawut. Maka tentu saja larangan didalam hadist tersebut hanya berlaku atas komoditi – komoditi yang disebutkan saja tanpa bisa diqiyaskan kepada komoditi yang lainnya. Dan keenam dari komoditi ini yang bisa disebut sebagai barang-barang ribawi.

Poin kedua

Poin kedua dimana setiap pertukaran sejenis dari keenam barang ribawi diatas seperti emas yang ditukar dengan emas atau garam yang ditukar dengan garam maka tentu terdapat dua ketentuan yang perlu dipenuhi yaitu ketentuan pertama dimana takaran atau timbangan dari keduanya perlu disamakan dan kedua – dua hal tersebut harus kemudian diserahkan ketika transaksi secara tunai. Beratnya juga perlu seimbang supaya tidak ada kesenjangan yang terjadi nantinya.

Baca Juga : Lebih Menguntungkan KPR Syariah Atau KPR Konvensional Dalam Beli Properti Kredit?

Poin ketiga

Jika terjadi pertukaran yang tidak sejenis diantara keenam barang ribawi yang dimaksud maka hukumnya boleh dilakukan asal tunai. Hal ini memberikan arti bahwa kita boleh menukar 5 gram emas dengan 20 gram perak sesuai dengan persetujuan dan pertimbangan antara pihak pembeli dan juga pihak penjual tentunya.

Demikian sedikit informasi yang kali ini bisa kami berikan untuk Anda. Semoga informasi diatas mengenai Memahami Riba Berdasarkan Hadist bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *