Promo Rumah Idaman Anda.. Raih Kesempatan Anda Sekarang .. Klik disini !

News

Check out market updates

Hukum Pajak Dalam Kaca Mata Syariah

Hukum Pajak Dalam Kaca Mata Syariah

Hukum Pajak Dalam Kaca Mata Syariah

Pada beberapa waktu terakhir ini memang banyak orang yang membahas dan membicarakan tentang pajak. Hal ini tentu ada kaitannya dengan kasus korupsi yang sering terjadi pada lingkungan Direktorat Pajak didalam beberapa kurun waktu terakhir.

Pajak sendiri menurut istilah secara kontemporer merupakan sebuah iuran rakyat yang diberikan kepada kas negara dan didasarkan pada undang – undang sehingga dapat dipaksakan dengan syarat rakyat yang tidak mendapatkan balas jasa apapun secara langsung. Pajak sendiri dipungut penguasa didasarkan pada norma – norma hukum agar dapat menutup biaya produksi barang dan juga jasa kolektif untuk dapat mencapai nilai – nilai kesejahteraan umum. Lalu sebenarnya seperti apa hukum pajak sendiri didalam kaca mata syariah?

Hukum Pajak Didalam Kaca Mata Syariah

Hukum Pajak Dalam Kaca Mata Syariah

Oke, kali ini kita akan bahas tentang pajak didalam kaca mata Islam. Didalam ajaran agama Islam sendiri pajak seringkali mendapatkan istilah yaitu adh-Dharibah yang jama’nya merupakan adh-Dharaib.

Ulama – ulama terdahulu sendiri sering menyebutnya sebagai al Maks. Darisana juga muncul jamak – jamak tentang istilah pajak dalam Islam seperti al-Jizyah yang memiliki arti sebagai upeti yang harus dibayarkan oleh ahli kitab kepada pemerintahan Islam. Ini terjadi pada zaman ahli kitab Islam yang mereka mendapatkan keuntungan atas kitabnya. Kemudian ada juga istilah al-Kharaj atau yang merupakan pajak bumi yang dimiliki oleh Negara. Sementara ada juga istilah lain tentang pajak yaitu al-usyr atau yang biasa disebut sebagai bea cukai bagi para pedagang non muslim yang masuk ke dalam negara Islam.

Baca Juga : Hukum Kredit Rumah Dengan KPR

Lalu dalam kaitannya dengan pajak modern sendiri, seperti apa pendapat para ulama tentang pajak dalam Islam?

Kalau kita perhatikan dengan istilah – istilah pajak diatas, kita bisa simpulkan bahwa pajak sendiri sebenarnya merupakan sebuah kewajiban orang – orang non muslim atas pemerintahan Islam sebagai bayaran jaminan keamanan. Ketika pajak diwajibkan kepada kaum muslimin kemudian para ulama memiliki pendapat tentang menyikapinya. Salah satu pendapatnya yaitu bahwa pajak tidak boleh sama sekali dibebankan kepada kaum muslimin karena kaum muslimin sendiri sudah dibebani atas zakat. Dan ini juga sesuai dengan hadist yang diriwayatkan oleh Fatimah binti Qais bahwa beliau mendengar Nabi bersabda “Tidak ada kewajiban didalam harta kecuali zakat” (HR Ibnu Majah, no 1779 walaupun didalamnya terdapat rawi : Abu Hamzah, dan menurut Ahmad bin Hanbal dia merupakan seorang dha’if hadist dan menurut Imam Bukhari). Itulah sebenarnya hukum pajak didalam kacamata Islam sementara Indonesia sendiri memungut pajak kepada semua golongan termasuk muslim dan bahkan didalam dunia properti juga terdapat pembebanan atas pajak.

Demikian sedikit informasi yang kali ini bisa kami berikan untuk Anda. Semoga informasi diatas mengenai Hukum Pajak Didalam Kaca Mata Syariah bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *